Monday, October 29, 2012

Asem-asem Daging dan Curhat di FB

Mudik Idul Adha kemaren, aku ngerasa perlu membekali diri dengan tabloid resep edisi terbaru, yang antara lain berisi resep-resep olahan serba daging. Soalnya, sependek "karier" memasakku, belum pernah sekalipun aku masak daging sapi atau kambing. Biasanya tinggal hap. Tapi sekarang kan nggak bisa gitu lagi.

Sampe rumah dibaca-baca, nggak ada yang nyantol di hati *lebay*. Kalau nggak kebanyakan bumbu, ya ada satu-dua bumbu yang nggak bisa didapet. Akhirnya tabloidnya ditaruh aja, ganti ambil HP buat googling resep. 

Aku nyari resep dengan kata kunci "asem-asem daging". Keknya kok seger gitu. Hasil pencariannya banyak banget, tapi ada satu yang paling mencuri perhatian, soalnyaaa... nggak banyak bumbu, nggak pake acara ngulek pula. Nanik banget kan? Hahaha, dasar nggak niat masak.


Resepnya aku dapet dari sini. Berikut ini versi lengkapnya ya.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:

400 gram daging sengkel, dipotong-potong
1.700 ml air
2 sendok teh air asam jawa
50 gram buncis, dipotong 3 cm
4 siung bawang putih, diiris tipis
8 butir bawang merah, diiris tipis
2 buah cabai merah, dipotong-potong
2 buah cabai hijau, dipotong-potong
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, dimemarkan
4 buah tomat hijau, dipotong-potong
3 sendok makan kecap manis
4 sendok teh garam
25 gram gula merah, disisir halus
1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara pengolahan:
  1. Rebus daging dan air sampai mendidih.
  2. Tumis bawang putih, bawang merah, cabai merah, cabai hijau, daun salam, lengkuas, dan tomat sampai harum.
  3. Tuang ke rebusan daging. Masak sampai mendidih. Tambahkan kecap manis, garam, dan gula merah. Aduk rata.
  4. Masukkan air asam dan buncis. Masak sampai matang.
Aku nggak ngerti bagian-bagian daging sapi, mana sengkel, has luar, has dalam, dan lain sebagainya. Aku liat di plastik ada dua macem daging beda warna. Yang satu rada-rada putih ngepink gitu, yang satunya lagi merah. Trus ada hati. Kalau yang itu aku taulah. Ya udah, aku pilih aja yang warnanya merah.

Persiapan dan proses masaknya lancar. Nggak ada insiden yang berarti, kecuali kelupaan beli buncis. Jadi asem-asem bikinanku ini full daging. Semua langkah sudah dilakukan sesuai resep. Udah dicicipin, rasanya endang bambang gulindang alias enak dan seger banget. Tapiiii,  selalu ada tapi dalam setiap uji coba masakku, dagingnya kok alot yak. Udah aku kasi perpanjangan waktu pun masih juga nggak tambah empuk. Huaaa, syediiih. Karena penasaran, aku upload foto masakan ini ke FB, sekalian minta pendapat temen-temen (berharap sih Chef Juna yang ngasih komen, hahaa).

Dari hasil curhatku di FB, ada banyak pendapat/tips. Kata Mbak Astri Nugraha yang terkenal itu, mestinya daging direbus dulu sampe empuk sama bumbu rajangan, baru masuk bahan-bahan laen, semacam cabe rawit, tomat, dan buncis. Ada juga beberapa tips laen, misalnya masaknya pake panci presto, dagingnya dibungkus dulu sama daun pepaya yang udah diremes-remes sebelum dimasak (dibungkusnya 30 menitan). Ada lagi yang bilang dagingnya direbus dulu pake pepaya muda, baru dimasak sesuai selera. Lalu, Mbak Wiwien ngasi tips dari mbahnya, yaitu daging direbus ama pecahan piring keramik. Setelah empuk, baru pecahan piringnya diangkat. Yaiyalah, tar kemakan kan berabe, hehe.

Soal pecahan keramik, sodaraku yang orang kimia punya penjelasan. Kalo di analisis kimia, biasanya keramik dipake untuk menyimpan panas, jadi suhu di dalam panci lebih panas. Bisa juga sebenernya pake yang laen, misalnya sendok. Yang penting bisa jadi pengantar panas dan nggak bereaksi terhadap panas atau asam. Tapi untuk sendok (stainless steel) harus diperhatikan kualitas stainless steel-nya karena tar salah-salah malah menimbulkan hal yang berbahaya saat kena panas terus-terusan atau bereaksi dengan asam (cuka atau blimbing wuluh, misalnya). Ciyeeh, gayanya kek orang pinter kimia aja :p.

Oke deh, buat semua yang udah ngasi tips dan trik masak daging, makasih yaaa. Insya Allah berguna di laen waktu, makanya ditulis di sini biar nggak lupa. Curhat di FB emang efektif, asal nggak curcol-curcol geje :D.

No comments: